Logo

Aksesibilitas

SMPN 2 Kandat Ramah Disabilitas
Ukuran Teks 100% (Normal)
Mode Tampilan & Warna
Fitur Bantuan Baca
G
N
I
D
A
O
L

Etika Lebih Tinggi daripada Ilmu

Ilmu membuat kita mengetahui banyak hal. Etika mengajarkan kita bagaimana menggunakan pengetahuan itu dengan benar.

Di dunia pendidikan, keberhasilan seorang siswa sering kali dikaitkan dengan nilai, prestasi, kemampuan akademik, dan berbagai pencapaian yang berhasil diraih. Semua itu tentu penting. Namun ada sesuatu yang tidak kalah penting, bahkan menjadi dasar dari semua ilmu dan prestasi tersebut: etika.

Seorang siswa boleh memiliki nilai yang tinggi, memenangkan berbagai perlombaan, menguasai teknologi, atau memiliki kemampuan yang luar biasa. Tetapi semua kelebihan itu akan menjadi jauh lebih berarti apabila disertai dengan sikap santun, rendah hati, bertanggung jawab, dan mampu menghargai orang lain.

Ilmu Membuat Pintar, Etika Membuat Berharga

Kita hidup di zaman ketika informasi dapat diperoleh dengan sangat mudah. Hanya dengan sebuah telepon genggam, seorang siswa dapat mempelajari berbagai ilmu dari seluruh dunia.

Namun, kemudahan memperoleh ilmu juga harus diimbangi dengan kemampuan untuk menggunakannya secara bijaksana.

Ilmu dapat mengajarkan apa yang harus dilakukan.

Etika mengajarkan bagaimana melakukannya dengan benar.

Ilmu dapat membuat seseorang menjadi pintar.

Etika membuat kepintaran tersebut digunakan untuk kebaikan.

Karena itu, semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin baik pula sikap dan tanggung jawabnya.

Etika Dimulai dari Hal-Hal Sederhana

Etika tidak selalu berbentuk sesuatu yang besar. Justru etika paling mudah terlihat dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Memberi salam ketika bertemu guru.

Berbicara dengan bahasa yang sopan.

Mendengarkan ketika orang lain berbicara.

Menghargai teman yang berbeda pendapat.

Meminta izin ketika hendak melakukan sesuatu.

Mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan bantuan.

Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

Menjaga kebersihan lingkungan.

Tidak mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Dan yang tidak kalah penting, tetap rendah hati ketika mendapatkan prestasi.

Hal-hal sederhana tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi dari kebiasaan kecil itulah karakter seseorang terbentuk.

Dulu dan Sekarang, Etika Tetap Dibutuhkan

Zaman memang berubah.

Dahulu siswa lebih banyak berkomunikasi secara langsung dengan guru dan teman. Sekarang, komunikasi juga dilakukan melalui WhatsApp, media sosial, dan berbagai platform digital.

Dahulu rasa hormat ditunjukkan melalui sikap ketika bertemu secara langsung. Sekarang, rasa hormat juga harus terlihat dari cara menulis pesan, memberikan komentar, membagikan informasi, dan menggunakan media sosial.

Artinya, etika tidak hilang karena zaman berubah. Etika hanya membutuhkan cara penerapan yang sesuai dengan zamannya.

Ketika mengirim pesan kepada guru, gunakan bahasa yang sopan.

Ketika berada di media sosial, pikirkan terlebih dahulu sebelum menulis.

Ketika mendapatkan informasi, jangan terburu-buru menyebarkannya.

Ketika melihat kekurangan orang lain, jangan menjadikannya bahan ejekan.

Dan ketika memiliki kemampuan lebih daripada orang lain, jangan merasa lebih tinggi.

Teknologi boleh semakin canggih, tetapi sopan santun tidak boleh semakin hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *